CurhatApril 27, 2011 11:09 am

Bulan ini mungkin bulan terbaik bagiku dalam sejarah hidupku, hal ini disebabkan banyak hal yang telah terjadi secara indah di bulan ini. Tak bisa kusebutkan secara detail apa-apa saja yg membuat bulan ini begitu indah.

Yang bisa kukatakan hanya Alhamdulillah, segala puji bagi Allah…. Karena hanya atas kehendak-Nya saja semua ini bisa terjadi.

Sejak bulan ini, maka hidupku yg tadinya berasa sangat berat langsung terasa mulai ringan secara perlahan-lahan. Dan pelan-pelan namun pasti aku mulai bisa kembali melihat indahnya dunia dan nikmatnya bahagia.

Ya Allah terima kasih atas segala nikmat yang telah Engkau beri,,,

Semoga ini adalah yang terbaik yang Engkau kehendaki…… Amiiin.

Cerita, Moslem's ZoneJune 4, 2009 9:26 am

Jumat, 03 April 2009

Nabi Muhammad Saw pernah bertanya kepada Iblis, “berapa banyak musuhmu dari kalangan umatku? Iblis menjawab, yang menjadi musuhku ada dua puluh golongan, yaitu:

Pertama, engkau Muhammad, karena aku sangat benci kepadamu.

Kedua, orang alim yang mengamalkan ilmunya.

Ketiga, orang yang hafal Al-Qur’an serta mengamalkan isinya.

Keempat, mu’adzdzin yang mengumandangkan adzan shalat lima waktu dengan niat ikhlas karena Allah SwT.

Kelima, orang yang mencintai fakir miskin dan anak yatim.

Keenam, orang yang berhati kasih sayang.

Ketujuh, orang yang menerima penuh kebenaran.

Kedelapan, pemuda dan pemudi yang giat beribadah.

Kesembilan, orang yang hanya memakan barang halal.

Kesepuluh, dua orang yang saling mencintai karena Allah SwT.

Kesebelas, orang yang selalu shalat berjama’ah.

Keduabelas, orang yang mau shalat tahajjud saat kebanyakan orang terlelap tidur.

Ketigabelas, orang yang mampu memelihara dirinya dari perbuatan dan ucapan haram.

Keempatbelas, orang yang mau menasihati saudaranya sementara di hatinya tidak ada tendensi apa pun.

Kelimabelas, orang yang selalu menjaga wudhu’nya.

Keenam belas, orang yang dermawan.

Ketujuh belas, orang yang berakhlaq mulia.

Kedelapan belas, orang yang meyakini bahwa rizki itu sudah dijamin oleh Allah SwT.

Kesembilan belas, orang yang mau menyantuni janda miskin.

Dan yang kedua puluh, orang yang mau menyiapkan bekal untuk menyambut kematiannya.

Kita lihat dan kita renungkan, apakah kita termasuk golongan dari umat Nabi Muhammad Saw yang mamsuk dalam golongan yang dibenci oleh Iblis. Karena hanya diri kita sendirilah yang mampu menilai apakah sudah termasuk kelompok dari umat Nabi Muhammad Saw yang termasuk dalam golongan yang dibenci oleh Iblis. Wallaahu a’lam. (zar, www.pkesinteraktif.com) 

Disarikan dari buku Terjemah Nashaihul Ibad

Cerita 7:08 am

Cerita ini dikutip dari web dengan url:http://www.pkesinteraktif.com/content/view/5126/221/lang,id/

Jumat, 29 Mei 2009

 

Dua orang laki-laki bersaudara bekerja pada sebuah pabrik dan sama-sama tekun belajar Islam. Sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah guru pengajiannya. Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orang tua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.

Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati

bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a. Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do’a-do’anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.

Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:

“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu, Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,”*

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak diduga ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya. 

Sumber: www.taushiyah-online.com

Moslem's ZoneJune 3, 2009 7:32 am

Tiga Potensi Manusia

Selasa, 19 Mei 2009

Oleh: Khoirurrijal

Allah s.w.t telah memuliakan manusia dari makhluk-Nya. Manusia dimuliakan Allah s.w.t dengan dilengkapi dengan tiga potensi yang urgen berupa hati, akal dan jasad. Dengan hati, manusia dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang indah dan mana yang buruk Jika hati manusia bersih, maka ia akan selalu menerima yang haq, menerima yang benar dan menerima yang indah, dan begitu pula sebaliknya. Dengan akal, manusia dapat mencari ilmu pengetahuan, dapat menemukan dan menciptakan segala sesuatu. Akal yang sehat akan selalu melahirkan ilmu yang bermanfaat, dan menciptakan segala sesuatu yang mempunyai kemashlahatan bagi manusia lainnya, dan begitu pula sebaliknya. Dengan jasad, manusia dapat beramal sholeh. Manusia yang sholeh selalu berusaha apa yang dilakukannya bisa mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, agamanya, nusa dan bangsanya. Tiga potensi yang dianugerahkan Allah s.w.t tersebut hendaknya kita aktualisasikan dalam kehidupan kita di dunia ini sebagai wujud syukur kita kepada Allah s.w.t. Bukankah Allah s.w.t telah menciptakan manusia di muka bumi ini untuk beribadah kepada-Nya? Nah, amal sholeh merupakan cerminan dari ibadah kita kepada Allah s.w.t. Ibadah harus didasari dengan keikhlasan dalam pelaksanaannya. Orang yang ikhlas dalam beribadah akan beruntung. Allah SWT berfirman : Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dalam (menjalankan) agama yang lurus…. (Q.S. Al-Bayyinah : 5) Rasa ikhlas akan terasa berat bagi orang yang belum mendapatkan hidayah dari Allah s.w.t. Oleh karena itu kita selalu memohon kepada Allah s.w.t untuk selalu diberikan hidayah (petunjuk) kepada jalan yang lurus. Allah Hadi Ila Shirath al-Mustaqim. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus,( yaitu) jalan orang-orag yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang Engkau murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Q.S. Al-Fatihah : 6-7) Hidayah Allah s.w.t akan diberikan kepada hamba-Nya yang benar-benar pilihan. Hamba yang terpilih untuk mendapatkan hidayah Allah s.w.t adalah hamba yang beruntung. Siapakah orang-orang yang beruntung itu? Allah s.w.t berfirman : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (Q.S. Al-Asyr : 1-3). Dari ayat tersebut jelaslah bahwa manusia yang beruntung itu adalah Pertama: Manusia yang beriman kepada Allah s.w.t. Nah, keimanan itu paling tidak harus diyakini di dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan. Orang yang beriman dan tidak mau beramal, maka keimanannya belum sempurna. Orang yang beriman hanya diyakini dalam hati saja, maka keimanannya belum sempurna. Orang yang beriman hanya diucapkan saja, maka keimanannya belum sempurna. Kedua: Orang-orang yang beramal sholeh. Amal sholeh adalah amal kebaikan. Orang yang selalu beramal sholeh, maka hidupnya akan mulia. Oleh karena itu hiasilah hidup ini dengan amal sholeh. Ketiga: Nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Nasehat itu sangat diperlukan. Seseorang itu tidak bisa terlepas dari nasehat. Dengan nasehat, seseorang bisa terselamatkan dari kesesatan dan kedholiman. Dan dengan nasehat pula seseorang bisa meningkat keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah s.w.t. Pada dasarnya, semua orang menginginkan hidupnya beruntung. Untuk mendapatkan keberuntungan itu tentu melalui perjuangan yang tidak mudah sebagaimana membalikkan telapak tangan. Orang yang beruntung harus mau berkorban. Pengorbanan itu memerlukan latihan. Pengurbanan itu banyak macam dan ragamnya; pengorbanan dalam bentuk waktu, pengorbanan dalam bentuk tenaga, pengorbanan dalam bentuk harta dan bahkan pengorbanan dalam bentuk jiwapun diperlukan untuk menegakkan kalimatullah al-haq. Kita sadari, bahwa manusia hidup di dunia ini hanyalah sementara. Maka janganlah kita terpedaya dengan kehidupan dunia yang penuh dengan macam ragamnya. Maka janganlah kita salah dalam memilih macam ragam kehidupan dunia. Kita harus menentukan, mana yang baik, mana yang haq itulah yang harus kita dekati dan kita ambil. Dan mana yang jelek, mana yang batil itulah yang harus kita jauhi dan kita tinggalkan. Kita jadikan kehidupan di dunia yang sementara ini untuk mencapai kehidupan akherat yang kekal abadi. Seorang yang beriman, tentunya akan berfikir panjang, karena ia tahu bahwa nanti ia akan berjumpa dengan kehidupan akherat. Ia selalu berhati-hati dalam berbuat, berucap dan bertingkah laku di dunia ini. Karena semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah s.w.t dalam kehidupan akherat nanti. Orang yang beriman, akan berbeda dengan orang yang tidak beriman. Perbedaannya yang nampak jelas adalah orang yang beriman itu memiliki orientasi yang jauh yaitu akherat, sedangkan orang yang tidak beriman orientasinya hanyalah dunia saja dan mengesampingkan kehidupan akherat. Ia lebih banyak mengejar materi saja, dan melupakan rohaninya. Padahal, kebahagiaan itu meliputi kebahagiaan dunia dan akherat, kebahagiaan jasmani dan rohani. Orang yang hanya mementingkan kebahagiaan dunia saja, maka kebahagiaannya tidak seimbang. Orang yang hanya mementingkan materi saja, maka kehidupannya tidak seimbang. Seharusnya kebahagiaan dunia akherat dan kebahagiaan jasmani rohani harus ada dalam diri seseorang yang mencari kebahagiaan yang hakiki. Allah s.w.t menciptakan kehidupan dunia ini adalah sebagai ujian bagi manusia untuk menentukan siapa yang paling baik amalnya dan siapa yang bisa menjaga ketiga potensi yang diamanatkan Allah s.w.t berupa hati, akal dan jasad. Bagi orang-orang yang bisa menjaga amanat yang Allah s.w.t berikan, maka ia akan menjadi mulia di sisi Allah s.w.t, dan begitu pula sebaliknya. Wallahu A’lam.

Sumber: BuntetPesantren.org

MotivasiMay 15, 2009 10:46 am

Assalamu’alaikum,

Sekedar berbagi sepenggal cerita yang cukup bagus untuk memotivasi diri….

 

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
 

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. " kata Covey.
 
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
 
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
 
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. ..!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

 Wassalam.

Dikutip dari group:ti-UBL@yahoogroups.com

 

CurhatMarch 16, 2009 11:33 am

My Father

Aku merasa sangat hampa setelah peristiwa itu, mungkin semua orang pun mengalami hal yang sama seperti aku. Jujur aku merasa sangat berat, Karena aku sungguh merasa belum pernah membahagiakan beliau, aku masih saja meminta dari beliau dan aku masih belum mampu memenuhi semua permintaan beliau, namun saat ini beliau sudah meninggalkan diri ini…..

Wahai Ayah tercinta, seorang teladan, pahlawan dan imam yang sungguh sangat aku sayangi……

Begitu banyak kenangan indah, begitu banyak yang telah engkau beri….

Kasih dan sayangmu, kesabaranmu, keteguhanmu, kejujuranmu, dan senyummu…

Masih menjadi inspirasi diri ini dalam mengarungi jalan hidup….meski….

Kini engkau telah diminta berada disisi Ilahi Rabbi…..


 

Kutipan SajakDecember 25, 2008 4:47 am

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.
 
Dikutip dari Buletin FS, by Ade K. 

Kutipan BeritaNovember 27, 2008 6:05 am

BEIJING- Terlalu banyak menonton televisi, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, tingginya tingkat kekecewaan dan buruknya hubungan keluarga dapat menjadi rumus yang meningkatkan prilaku seks dini di kalangan remaja, demikian hasil suatu studi baru.

"Jika Anda mengumpulkan semua faktor tersebut, anda dapat memperoleh perkiraan yang lebih kuat mengenai siapa yang melakukan hubungan seks dan siapa yang tidak," kata Dr. Janet Hyde, dari University of Wisconsin, yang memimpin tim penelitian tersebut.

"Satu hal saja barangkali takkan menghasilkan itu, tapi dengan berlalunya waktu anda akan memperoleh dua atau tiga faktor resiko, keadaan mulai merosot," katanya.


Hyde dan timnya mempelajari 273 remaja yang berusia antara 13 dan 15 tahun. Sebanyak 15% dari mereka telah melakukan hubungan seks dini.


"Anak-anak yang melakukan perbuatan seks dini sangat tak mungkin untuk menggunakan pelindung sehingga menambah besar resiko kehamilan di kalangan remaja dan menderita penyakit yang menular melalui hubungan seks," kata Hyde.


Salah satu faktor terbesar bagi hubungan seks dini oleh remaja adalah menonton televisi, sebagian karena program televisi menggambarkan tingkat seksualitas yang lebih tinggi buat remaja dan orang dewasa dibandingkan dengan yang ada dalam kenyataan, kata para peneliti itu.


"Banyak ahli komunikasi mengatakan bahwa sewaktu kita menonton banyak bahan seperti itu, kita dibuat percaya bahwa itu nyata. Dalam kasus ini, anak-anak yang banyak menonton TV percaya bahwa semua anak sebenarnya melakukan hubungan seks, sehingga mereka akan melakukannya juga atau mereka akan merasa terasing," kata Hyde yang melaporkan temuan timnya di dalam Journal of Youth and Adolescence.


TV juga seringkali tak menggambarkan konsekuensi negatif hubungan seks, seperti kehamilan yang tak dikehendaki atau penyakit yang menular melalui hubungan seks, katanya.


Tetapi itu bukan satu-satunya faktor resiko bagi remaja untuk memulai hubungan seks sebelum berusia 15 tahun. Anak perempuan yang telah melakukan hubungan seks secara dini memiliki penghargaan diri yang lebih rendah, hubungan yang buruk dengan orang-tua mereka, hidup bersama ibu tunggal atau orang-tua tiri, memperlihatkan tanda gangguan hiperaktif kekurangan-perhatian (ADHD), tak berprestasi di sekolah, dan lebih banyak menonton televisi.

Anak laki-laki yang melakukan hubungan seks dini lebih lauh melewati masa puber, memiliki penghargaan diri yang rendah, memperlihatkan tanda ADHA dan gangguan pembangkangan-penentangan (ODD), memiliki hubungan buruk dengan orang-tua mereka dan juga lebih banyak menonton telvisi dibandingkan anak laki-laki lain.


Para peneliti tersebut menyarankan agar semua faktor resiko mengenai seks dini oleh remaja ditangani dan orang-tua ikut dalam proses itu, selain guru dan pembimbing.


Mereka juga menyerukan dilancarkannya program pendidikan seks menyeluruh sehingga remaja dapat melindungi diri mereka jika mereka melakukan hubungan seks.


"Jika kita memiliki pendidikan seks yang menyeluruh sehingga anak-anak benar-benar dapat memiliki xilihan yang mereka ketahui dan melindungi diri mereka, itu adalah strategi yang jauh lebih baik," kata Hyde. (Xinhuanet/ant/ri)

Dikutip Dari Republika, rabu 26-Nov-2008

Saduran atau KutipanNovember 8, 2008 10:20 am


Alkisah, ada anak kecil yang suka buang sampah sembarangan. Seperti biasa, sehabis makan jajanan ia membuang sampah seenaknya. Tetapi naas, tiba - tiba ia ditegur orang tinggi besar bin sangar, Hei…jangan buang sampah sembarangan ! sambil mengingatkan si anak, orang itu membuka kancing bajunya.

Si anak melihat tato dibadannya. Sekilas ada tulisan JAGAL…dan gambar mirip gagang kapak

Waduh gawat, jangan -jangan preman ini mau menghajarku gara-gara aku buang sampah sembarangan. .ih, liat tatonya aja seyyemm deh..ada tulisan JAGAL… dan kayaknya ada gambar ..ss…sse.. . senjata tajam. Pasti dia ..pasti dia pembunuh kejam berdarah dingin hi….

Si anak gemetar ketakutan sambil memejamkan mata…

Orang itu semakin mendekat. Sambil menaruh baju di pundak, ia memegangi kepala anak itu…

Lalu…

Dengan elusan lembut di kepala, ia menasehati anak itu, " Dik, mbok jangan buang sampah sembarangan ya…abang udah capek mbersihin…

Karena merasa diperlakukan dengan lembut, si anak memberanikan diri membuka mata. Tepat di hadapnnya, orang tinggi besar itu bertelanjang dada dengan tato di badan.

Ups, si anak terkesiap setelah melihat dengan jelas tulisan tato di dada orang itu.

Ternyata bertuliskan ‘ JAGALAH KEBERSIHAN lengkap dengan gambar dua gagang sapu melintang… .sama sekali jauh dari kata seram…

Sesuatu yang luarnya terlanjur dianggap kasar, kotor dan kejam ternyata penuh kelembutan, suka kebersihan dan santun.

Yah hanya karena salah menduga…salah kaprah…..

**

Memang kelemahan utama kita dari dulu adalah keahlian memotong pembicaraan untuk disesuaikan dengan prasangka sendiri. Keahlian derivatif turunannya adalah menyortir kalimat tanpa mau mencari tangkapan makna atas keseluruhan konteks pembicaraan. Hal ini juga berlaku pada tulisan atau pemikiran.

Seringkali kita keras bin kaku dalam menyimpulkan tulisan hanya karena ada salah satu dari ratusan kalimat yang tidak sinkron dengan konsep otak kita. Sehingga kita menafikan kebenaran kalimat lain yang ada dalam tulisan itu.

Sesungguhnya kalau kita menyadari, ini adalah warisan para penganut orientalis yang selalu berorientasi dengan ketidakterimaan "aku" kecil dan pendapat golongan. Serumit apapun bahasan ilmiahnya, akhirnya hanya mengerucut pada kalimat pokoknya begini tidak begitu, pokoknya begitu tidak kayak yang gini.

Sayangnya kita sendiri terjebak ikut-ikutan menggunakan pola ini dalam mengkaji kebenaran agama. Akhirnya, tahap paling akut kita juga sering berani korup terhadap ayat ketika ayat itu tidak sesuai dengan tafsir kehendak nafsu kita.

Seperti yang kerap terjadi pada surah An nisa ayat 3 tentang bolehnya laki-laki nikah lebih dari satu. Seorang laki - laki yang normal kayak saya kalau di tawari nikah empat pasti wooow…mau dong. Tapi ketika Al Quran menantang bahwa apakah engkau termasuk orang yang adil ? apakah engkau telah menunjukkan kemampuan adil ?

Lhagadah…para cendekia agama yang rata-rata laki- laki kok nggak pernah bahas detail apa yang dimaksud adil, dimana parameternya, apa hukumnya berlaku tak adil. haramkah atau sekedar keluar fatwa yang memaknakan ah manusia pasti ada khilafnya.

Atau adakah semacam keseriusan bahasan seperti RUU pornografi bahwa sangsi tidak adil adalah bla bla bla dengan sekian ratus pasal yang mendukung berdasar analogi An Nisa 3 itu sendiri, bahwa tidak adil adalah berbuat aniaya.

Sehingga setiap perbuatan aniaya pasti ada ganjaran fisiknya. Semisal denda sekian puluh juta atau sebesar- besarnya kurungan ayam…eh maksudnya kurungan badan lima tahun penjara. Tapi ya boleh juga sih ditaruh di kurungan ayam agar sang jago nggak gampang gagah berkokok ke sana-kemari.

Dan sesungguhnya hak dari ayat itu tentang keadilan sudah dijelaskan pada ayat sebelumnya ( An Nisa ayat 2 ) yaitu tentang kewajiban2 kita merawat dan memperhatikan anak yatim. Kemudian baru naik ke masalah wanita itu sendiri. Memaknakan bahwa sebelum kita bersenang -senang, kewajiban sosial harus dijadikan landasan sebuah kemukminan seseorang. Karena mukmin setingkat lebih naik lagi daripada muslim.

Intinya ayat surah ini ada dalam kejujuran batin kita. Apakah tangkapan atas surat ini mengajarkan pendidikan keadilan yang memang harus dilatih pada diri setiap orang yang ingin jadi mukmin, ataukah hanya mengajarkan bolehnya bersenang - senang dengan lain jenis kelamin.

Kalau saya sih cuman bilang, mosok sih Quran cuman mengandalkan hal dangkal atas kesenang-senangan daripada kesungguhan pengajaran tentang kesadaran kemukminan. Walaupun kenyataannya setiap lelaki ( sudah pasti termasuk saya ) kalau hanya bilang urusan gitu pasti pengen kayak raja jaman dulu yang punya selir sampai puluhan. He…he..itu kalau kita hidup hanya nuruti nafsu.

Waduh kok mbahas polyphony lagi….

Uraian contoh tsb hanya sekedar sebagai gambaran betapa dahsyat efek dari memotong pembicaraan. Bahkan dampaknya lebih dahsyat dari sekedar memotong rejeki. Sebab di dalamnya sudah pasti terkandung ketidaksabaran, ketidakakuratan data, tingginya ego, ketidakluasan cara memotret space seseorang yang akhirnya berbuntut fitnah.Yang disayangkan seberapapun daya intelek atau keimanan seseorang akhirnya hanya berujung like or dislike.

Jadi dalam konteks salah kaprah sholat bukannya membela Pak Deka, Pak Abu Sangkan atau siapa saja. Tetapi mari belajar tidak memotong, menyortir pembicaraan, tulisan ataupun pemikiran seseorang. Pelajari dulu pesan batinnya.Dan mari menghargai ide seseorang apa adanya sampai tuntas layaknya murid yang mendengar ajaran mursyid sampai tuntas tanpa berani menyela.

Karena sesungguhnya segala sesuatu yang memancing diri kita untuk berfikir adalah guru. Masalahnya hanya umpan pancingan itu lezat atau pahit.

Mungkin saja saya sekedar bermimpi muluk untuk menghilangkan tabiat ini. Lha wong kenyataanya firman Tuhan saja masih sering kita sela . Apalagi omongan -omongan model warung seperti tulisan ini.

Akhirnya kita ini kayaknya semakin intens berdiskusi atau ndakik mempelajari Quran, tetapi hati makin gundah, jiwa terjun bebas terhenti bermaqam di nafsu amarah. Sebab kita masih suka menjadi jagal atas pemikiran orang lain ataupun ayat.Sehingga pesan makna sesungguhnya tak pernah sampai membuka hati kita.

Tapi sudahlah, ayo belajar jangan hanya berhenti pada ilmu, filosofi, tafsir-tafsir, karya, atau spiritual saja. Tapi belajar hargai manusia. Karena ilmu tanpa ilmuwan tak akan ada harganya. Seni tanpa seniman tak akan berasa. Tafsir tanpa tafsir-wan tak akan bermakna apa-apa. Spiritual tanpa spiritual-wan juga jadi kertas fotokopi tanpa ada suasana kekhusyukannya.

Sebab para wan-wan itulah yang bikin hidup lebih hidup. Tanpa Pak Wan segala sumber ilmu pengetahuan tak bisa kita tangkap dan hadirkan di sini.

Tak lain karena kita belum begitu yakin bahwa Allah lah sesungguhnya yang memberi pengajaran langsung terhadap sang jiwa yang bermukim di setiap ruh manusia. Walaupun begitu banyak ayat yang menjelaskan akan hal itu secara mukhamat…. .

Last, Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu, Ana indadzhoni abdi.. berkenalanlah dengan berbagai manusia secara baik - baik maka engkau akan bertemu Tuhan yang baik. Bukan Tuhan yang suka merengut. Karena Tuhan sesuai persangkaan si hamba…wallahu alam

Wassalam, semoga baik-baik selalu

disadur dari tulisan karya : DODY ISKANDAR dinata

Kisah - Kisah 10:16 am

Pada suatu saat, seorang sufi tengah tenggelam dalam doa-doanya. Setan datang menghampirinya dan
berkata, "Sampai kapan kau akan terus seperti ini, memanggil-manggil Tuhan. Diamlah kau, Tuhan
takkan pernah menjawabmu!
"
Sufi itu menjadi teramat sedih dan termenung diam. Ia tak meneruskan doanya.
Di malam harinya, Nabi Khidhir hadir dalam mimpinya dan bertanya, "Mengapa engkau berhenti
menyeru Tuhanmu?"

"Karena jawaban dari-Nya tak juga kuterima," berkata sufi itu.

Khidhir menjawab, "Tuhan sendiri yang menyuruhku untuk datang padamu. Dia berkata: Bukankah
Aku yang memerintahkanmu untuk berdoa? Bukankah Aku yang menyibukkanmu dengan nama-Ku?
Rintihanmu memanggil nama-Ku; Allah, Allah! adalah jawaban-Ku untukmu.
"Kerinduanmu pada-Ku adalah utusan-Ku bagimu. Akulah sumber dari semua air mata dan rintihanmu.
Akulah yang memberi sayap bagi iringan munajatmu."

CeritaOctober 25, 2008 4:24 am

Bismillahirahmanirahim,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, marilah selalu kita panjatkan puji serta syukur kita kepada Gusti Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Serta tak lupa semoga kita mampu istiqomah sebagai umat yang paling beruntung yaitu umatnya Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, saya ingin memberikan sedikit pendapat atau opini yang belum tentu benar namun semoga mampu membuat saya dan yang membaca ini menjadi lebih baik lagi hidupnya, amin. Kita semua pasti kenal sebuah makhluk yang juga diciptakan oleh Sang Maha Pencipta Allah SWT, yang sangat dekat siklus kehidupannya dengan manusia, yaitu nyamuk. Saya ingin sedikit menulis tentang nyamuk. Entah kenapa makhluk yang satu ini unik, keunikannya adalah makhluk yang satu ini lama hidupnya hanya beberapa hari. Kemudian diantara jenis-jenis nyamuk ada yang menjadi sumber penyebaran penyakit, seperti demam berdarah, malaria, dan cikungunya. Lantas apakah sebenarnya manfaat nyamuk bagi kita?? Apakah Allah menciptakan nyamuk hanya beberapa hari saja kemudian menyebarkan penyakit saja tanpa suatu tujuan???

Yang ingin saya sampaikan adalah hanya merupakan pendapat saya jadi kalau ada kekeliruan mohon dibukakan pintu maaf yang selapang-lapangnya.

Nyamuk itu diciptakan Allah agar kita manusia, selaku khalifah di bumi ini mampu menjadi makhluk atau hamba Allah yang sangat sabar. Dan kita juga harus memperhatikan hal-hal kecil yang ternyata mungkin akan sangat bermanfaat bagi kita, contohnya nyamuk. Kalau kita memperhatikan nyamuk insya Allah kita akan lebih perduli tentang lingkungan dan kesehatan kita. Kenapa begitu ? Ya karena nyamuk itu akan ada banyak dirumah kita jika rumah kita kotor, klo rumah kita kotor kita itu berarti malas membersihkannya. Padahal di dalam agama kita "Kebersihan adalah sebagian dari iman".

Terima kasih,

Wassalamu’alaikum. 

NB: Ada sedikit referensi yg ditulis Harun Yahya tentang Nyamuk, saya juga baru baca silahkan disimak di  http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyingkap002.htm

CeritaOctober 16, 2008 9:33 am

Assalamualaikum,
Alhamdulillah aku panjatkan ke hadirat illahi Rabbi Allah SWT, aku cuma pengin berbagi cerita tentang sandal jepit….
Dah pada tau khan??? mksdnya sendal jepit, itu loh yg mau-maunya diinjak ma kita…
Ceritanya begini:
pada suatu siang hari yg terik, klo ga salah hari jum’at legi, ada seorang pria yg ingin berangkat ke masjid, namun saat dia mandi (Sunah Rasul mandi sblm salat jum’at) dia merasakan firasat yg tidak enak alias bisikan setan supaya dia ga usah brkt ke masjid coz panas bener nih hari… "lagian kan kemaren2 blm absen" <bisikan setan>."Namun apa kata dunia klo ampe aku ga brkt???"<pikir pria itu>.
Akhirnya dia berangkat juga menuju masjid, hari itu bener-bener bikin tobat alias panas bener kaya udah di neraka,"wah masih didunia aja dah segini panas"<pikirnya>. kemudian tinggal +/- 800 meter ampir nyampe tuh masjid terjadi sebuah kemalangan alias kesialan alias apes alias malapetaka and else….
Si sandal jepit kesayangannya putus dan hancurlahlah hatinya juga harapan serta impiannya….Si pria bingung harus berbuat apa???? klo terus jalan kemasjid otomatis harus nyeker dongggg,ato back to home yg dah lumayan jauh otomatis nyeker juga dongggg,"aduh apes dan pusing nih,bener juga td firasat yg ga enak itu"<pikirnya>
dan setan kembali berbisik"hayyoo plg aja ga usah kemasjid ntar dari masjid pst byk orang ngetawain klo ampe nyeker". si pria diam sejenak tuk berpikir.

Disaat dia sedang berpikir, antara pulang ato terus ke masjid. Tiba -tiba dia melihat sebuah benda yg tak asing baginya dan dia langsung spontan merasa seperti mendapatkan petunjuk dari Ilahi Rabbi. Dia melihat sebuah karet gelang?????
Diapakan tuh karet gelang ? ya dipake buat ganjel ujung sendal jepitnya yg putus dengan cara dililitkan gitu deh…..
Niscaya seketika itu juga tangannya dengan cekatan segera melakukan operasi tersebut. Setelah selesai dicobalah sendal hasil reparasinya itu. Dia akhirnya bisa melanjutkan perjalanan. Si pria itu langsung bersyukur dan menyadari bahwa disetiap kesulitan yg diberi oleh Yang Maha Kuasa niscaya bersamanya diberikan kemudahan, selama kita tidak berputus asa…
Demikianlah pembaca budiman kisah ini berakhir…Hehehe.. semoga mampu bermanfaat baik bagi penulis dan pembaca yg budiman.
terima kasih, Wassalamu’alaikum.
Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya….

Uncategorized 9:02 am

Assalamu’alaikum,

Semoga blog ini dapat memberikan manfaat buat saya dan orang lain yang 

yg membacanya. Terima kasih